Apa Itu Miqat?

Dalam ibadah haji atau umrah, lazim terdengar orang menyebut kata-kata miqat.

Biasanya dalam bentuk pertanyaan, apakah sudah mengambil miqat? Di manakah dan kapan miqat dilaksanakan? Dan, sebagainya. Berikut penjelasannya.

Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci.

Miqat dibedakan atas dua macam yaitu ; Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makani (batas letak tanah).

1. MIQAT ZAMANI -
Adalah Miqat yang berhubungan dengan batas waktu, yaitu kapan atau pada tanggal dan bulan apa hitungan Haji itu ?. Miqat Zamani disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 189 dan 197. Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi jama’ah haji. Ayat kedua menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan Bulan – Bulan Haji atau waktu haji adalah beberapa bulan tertentu.

Para Ulama sepakat bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah. Yaitu mulai dari tanggal 1 syawal s/d 10 Zulhijah. yang jumlah keseluruhannya adalah 69 hari. akan tetapi untuk bulan Zulhijah masih ada perbedaan pendapat apakah seluruh atau sebagian saja.

2. MIQAT MAKANI -
Adalah batas yang ditentukan berdasarkan lokasi, tempat seseorang harus memulai niat Ihram sebelum melintasi tanah haram dengan niat hendak melaksanakan ibadah umrah atau haji.

Apa itu Miqat

Bagi mereka yang tinggal di Mekah, tempat untuk ihram haji adalah Mekah itu sendiri. Untuk umrah, jamaah harus ke luar dari tanah haram Mekah. Sebaiknya di Ji’ranah, Tan’eim atau Hudaibiyah.

Sedangkan Bir Ali yang juga disebut Zulhulayfah, letaknya sekitar 12 km dari Madinah atau sekitar 450 km dari Mekah al-Mukarramah, merupakan miqat bagi orang yang datang dari arah Madinah.

Al-Juhfah, suatu tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekah, dan merupakan miqat bagi jama’ah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko atau yang searah. Setelah hilangnya ciri–ciri Al-juhfah, miqat ini diganti dengan miqat lainnya yakni Rabigh, yang berjarak 204 km dari Mekah.

Yalamlam, sebuah bukit di sebelah selatan 54 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jamaah yang datang dari arah Yaman dan Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan kebanyakan negara Asia lain.

Qarnul Manazil, sebuah bukit di sebelah Timur 94 km dari Mekah.

Zatu Irqin, suatu tempat Miqat yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak 94 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama’ah dari Iraq dan yang searah.

Jika jemaah haji atau umrah melewati miqat tanpa ihram, maka ia harus kembali ke miqatnya semula. Atau mengambil miqat dari Tan’eim atau Ji’ranah. Bila tidak, maka ia wajib membayar dam atau denda menyembelih satu ekor kambing.

Semua Miqat ditetapkan langsung oleh Nabi sebagaimana disebutkan disebutkan dalam hadis-hadis Bukhari, Muslim dll.
(Disarikan dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>